MUSLIHAN: POLITISI PPP, PENGAWAL EKONOMI RAKYAT, DAN ALUMNI PERGERAKAN
Muslihan, S.Pd.I., M.Pd., merupakan salah satu figur politik Kabupaten Pati yang aktif dalam tiga ruang pengabdian, yakni partai politik, lembaga legislatif, dan organisasi alumni pergerakan mahasiswa. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati periode 2026–2031. Selain itu, ia merupakan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati periode 2024–2029 dan Wakil Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pati periode 2025–2029. Mengawal Ekonomi Masyarakat Sebagai Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor pertanian, perikanan, perdagangan, koperasi, dan UMKM. Ia aktif menyuarakan persoalan pupuk bersubsidi, mendorong pembentukan asosiasi petani milenial dan petani singkong, serta memperjuangkan pemberdayaan pedagang kecil dan pelaku UMKM. Baginya, pembangunan ekonomi daerah harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang menjadi bagian penting perekonomian Kabupaten Pati. Menakhodai PPP Kabupaten Pati Pada 2026, Muslihan dipercaya memimpin DPC PPP Kabupaten Pati periode 2026–2031. Dalam kepemimpinannya, konsolidasi organisasi, penguatan kader, dan pembenahan struktur hingga tingkat kecamatan menjadi agenda penting. Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di 21 kecamatan pada Oktober 2026, ia berupaya memperkuat soliditas partai sekaligus mempersiapkan PPP menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia juga menyampaikan target peningkatan perolehan kursi PPP di DPRD Kabupaten Pati pada Pemilu 2029. Merawat Tradisi Pergerakan melalui IKA PMII Di luar aktivitas politik praktis, Muslihan juga aktif dalam organisasi alumni pergerakan mahasiswa. Pada periode 2025–2029, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua IKA PMII Kabupaten Pati. Keterlibatannya mencerminkan kesinambungan hubungan dengan tradisi intelektual dan gerakan sosial PMII. Baginya, IKA PMII memiliki peran strategis sebagai ruang silaturahmi, konsolidasi, dan aktualisasi potensi alumni dalam berbagai bidang, mulai dari politik, pendidikan, pemerintahan, hingga pemberdayaan masyarakat. Keberadaan alumni PMII diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial dan intelektual yang berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Pati. Tiga Ruang Pengabdian Perjalanan Muslihan memperlihatkan keterlibatan dalam tiga ruang pengabdian: memimpin PPP, mengawal kebijakan ekonomi melalui DPRD, serta merawat jaringan intelektual dan sosial melalui IKA PMII. Ketiga peran tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi bertemu pada satu kepentingan, yakni memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang politisi dan organisatoris bukan semata-mata jabatan yang diemban, melainkan sejauh mana amanah tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pati.
